Bantuan Sosial Untuk Korban Bencana Tsunami Di Kalianda Selatan
Assalamuallaikum Wr. Wb.
Meskipun berita ini telat untuk di posting, kami
berharap cerita ini bisa menjadi inspirasi yang bermanfaat kepada pembaca.
Saat menerima kabar bahwa terjadi bencana Tsunami yang
menerjang Kalianda dan Banten pada tanggal 22 Desember 2018, kami Karang Taruna
Desa Sukorahayu langsung menggelar aksi sosial dengan mengumpulkan berbagai
macam keputuhan pokok dan obat-obatan.
![]() |
| Foto penggalangan bantuan di Desa Sukorahayu oleh Karang Taruna |
Kami langsung bergerak dan ikut prihatin atas kejadian
tersebut, hati kami tergerak. Tidak hanya membantu dengan berdoa, keesokan
harinya tepat tanggal 23 Desember 2018 kami telah mengumpulkan beberapa pakaian
yang masih layak pakai dan bantuan uang yang kami salurkan melalui komunitas-komunitas
yang tanggap dan peduli bencana.
Tidak berhenti disitu, kami terus mengumpulkan
bantuan-bantuan beberapa hari kedepan. Mulai dari pakaian layak pakai,
obat-obatan, beras, sayuran, popok untuk balita, serta kebutuhan lainnya hingga
terkumpul banyak. Bantuan datang dari masyarakat Desa Sukorahayu, serta
Desa-Desa Tetangga ikut membantu menyumbangkan harta bendanya. Kami tersentuh,
masyarakat masih banyak dan banyak peduli terhadap korban tsunami. Terima kasih
banyak atas bantuan dan dukungan dari masyarakat yang tak bisa kami sebutkan
satu persatu namanya. Semoga bencana tersebut lekas berakhir, serta trauma yang
dirasakan oleh korban bencana bisa cepat terobati dan bagi masyarakat yang
telah membantu, kami berdoa agar Allah SWT bisa menerima amal perbuatan baik
mereka.
Setelah beberapa hari pengumpulan bantuan, tepat
tanggal 3 Januari 2019 kami Karang Taruna Desa Sukorahayu memutuskan untuk
mengakhiri penggalangan bantuan, serta pada hari itu kami langsung turun ke
tempat lokasi bencana di Kalianda Selatan. Melihat serta memberikan bantuan
secara langsung ke korban bencana di tempat bencana.
Hati kami miris melihat di tempat bencana, banyak dari
rumah warga rusak yang terkena dampak tsunami. Kami juga melihat secara jelas
dan tampak Gunung Anak Krakatau yang terus-menerus memuntahkan laharnya setiap
menitnya. Baru pertama kalinya kami menyaksikan secara langsung fenomena gunung
meletus, meskipun berada jauh dari lokasi kami, tapi bulu kuduk kami berdiri
merinding menyaksikan kejadian tersebut.
Setelah itu kami pun menyalurkan bantuan secara
simbolis ke korban dan posko-posko bantuan. Akhirnya kami pulang dengan selamat
sampai rumah bada’ Isya, mengingat jauhnya rumah kami dengan lokasi bencana. Ada
kejadian yang lucu saat kami berada dalam mobil truk pengangkut bantuan,
beberapa mengalami mabuk darat karena bak mobil truk ditutup terpal karena
hujan. Tapi itu tidak menyurutkan niat kami ingin meringankan beban korban tsunami di
Kalianda.
Sekali lagi kami berterima kasih sebesar-besarnya
kepada masyarakat yang sudah membantu kami, terima kasih banyak.
Wassallam.
(Eko Prasetio)




No comments:
Post a Comment